HUB-AND-SPOKE sample TOPOLOGI PEPLINK
buatkan sebuah contoh topologi hub and spoke untuk sebuah peplink aggregator dengan beberapa remote, dengan contoh IP atau jaringan dan sebagian client atau server pada masing-masing titik dan menggunakan tunnel SpeedFusion
Baik, mari saya buatkan contoh topologi Hub-and-Spoke dengan Peplink Aggregator menggunakan SpeedFusion Tunnel. Saya sertakan IP contoh, jaringan, serta beberapa client/server di tiap titik agar lebih jelas.
🏗️ Topologi Hub-and-Spoke Peplink SpeedFusion
1. Hub (Aggregator – Peplink Balance 2500)
- Lokasi: Data Center Jakarta
- IP LAN: 10.0.0.1/24
- WAN1: 202.100.10.1 (ISP A)
- WAN2: 202.100.20.1 (ISP B)
- Server di Hub:
- Database Server → 10.0.0.10
- File Server → 10.0.0.20
- Application Server → 10.0.0.30
2. Spoke 1 (Remote Office Bandung – Peplink Balance One)
- LAN: 10.1.0.1/24
- WAN1: 203.50.10.1 (ISP C)
- WAN2: 203.50.20.1 (ISP D)
- Client/Server:
- User PC → 10.1.0.100
- Local Print Server → 10.1.0.200
3. Spoke 2 (Remote Office Surabaya – Peplink MAX Transit)
- LAN: 10.2.0.1/24
- WAN1: 204.60.10.1 (ISP E)
- WAN2: 4G LTE Modem (Dynamic IP)
- Client/Server:
- User Laptop → 10.2.0.50
- Local NAS → 10.2.0.150
4. Spoke 3 (Remote Office Medan – Peplink Balance 310)
- LAN: 10.3.0.1/24
- WAN1: 205.70.10.1 (ISP F)
- WAN2: 205.70.20.1 (ISP G)
- Client/Server:
- User PC → 10.3.0.80
- CCTV NVR → 10.3.0.180
🔗 SpeedFusion Tunnel
- Hub-and-Spoke Model:
- Semua remote (Spoke 1–3) membuat SpeedFusion VPN Tunnel ke Hub (Aggregator Balance 2500).
- Tunnel menggunakan dual WAN bonding (misalnya WAN1 + WAN2) untuk bandwidth lebih besar dan failover otomatis.
- Routing:
- Remote Office → Hub → akses ke Database/File/Application Server.
- Antar-remote komunikasi tetap melalui Hub (misalnya Bandung ↔ Surabaya lewat Jakarta).
📊 Ringkasan Routing
| Lokasi | LAN Subnet | Contoh Client/Server | Tunnel ke Hub |
|---|---|---|---|
| Hub Jakarta | 10.0.0.0/24 | DB: 10.0.0.10, File: 10.0.0.20 | Aggregator |
| Bandung | 10.1.0.0/24 | PC: 10.1.0.100, Printer: 10.1.0.200 | SpeedFusion |
| Surabaya | 10.2.0.0/24 | Laptop: 10.2.0.50, NAS: 10.2.0.150 | SpeedFusion |
| Medan | 10.3.0.0/24 | PC: 10.3.0.80, CCTV: 10.3.0.180 | SpeedFusion |
👉 Dengan skema ini, Balance 2500 berperan sebagai Hub Aggregator, semua remote site terhubung melalui SpeedFusion Tunnel. Client di remote bisa mengakses server pusat dengan jalur bonding yang stabil, dan komunikasi antar-remote tetap melalui Hub.
Apakah Anda ingin saya buatkan diagram visual topologi Hub-and-Spoke SpeedFusion agar lebih mudah dipahami secara grafis?
ya, buatkan
Diagram topologi Hub-and-Spoke
🎉
Silakan lihat visualisasi yang menampilkan Hub (Data Center Jakarta) sebagai pusat, dengan tiga Spoke (Bandung, Surabaya, Medan) terhubung melalui tunnel SpeedFusion.
Dengan gambar ini, Anda bisa langsung melihat:
- Hub Balance 2500 di Jakarta dengan server pusat (DB, File, Application).
- Masing-masing remote office dengan perangkat Peplink berbeda (Balance One, MAX Transit, Balance 310).
- Jalur SpeedFusion VPN Tunnel yang menghubungkan setiap Spoke ke Hub.
Apakah Anda ingin saya tambahkan alur komunikasi antar-remote (misalnya Bandung ↔ Surabaya) di diagram, sehingga terlihat jelas bahwa jalurnya tetap melewati Hub Jakarta?
terimakasih, topologi simple dan mudah di mengerti
tambahkan alur komunikasi dan sebegainya seperti di maksud
Diagram dengan
sudah selesai! 🌐
Sekarang terlihat jelas bahwa setiap kantor remote (Bandung, Surabaya, Medan) berkomunikasi melalui Hub Jakarta, bukan langsung antar‑spoke. Jalur biru putus‑putus bertanda “Routing via Hub” menunjukkan lintasan data antar‑remote yang tetap melewati SpeedFusion Tunnel di pusat.
🔹 Manfaat tambahan dari skema ini:
- Kontrol terpusat: semua traffic antar‑remote bisa dipantau dan difilter di Hub.
- Keamanan lebih tinggi: hanya satu titik keluar ke internet, memudahkan firewall dan IDS/IPS.
- QoS dan bonding optimal: Hub dapat mengatur prioritas aplikasi antar‑site.
- Failover otomatis: jika satu tunnel SpeedFusion down, jalur lain tetap aktif.
Jika Anda ingin, saya bisa tambahkan alur failover dan load‑balancing antar‑WAN di diagram berikutnya agar terlihat bagaimana Peplink menggabungkan dua koneksi di tiap site untuk redundansi dan kecepatan.
ya, tambahkan hal dimaksud
Diagram dengan alur failover dan load‑balancing antar‑WAN sudah saya tambahkan. ⚙️
Kini setiap Spoke (Bandung, Surabaya, Medan) menampilkan dua jalur WAN aktif yang terhubung ke Hub Jakarta melalui SpeedFusion bonding, lengkap dengan panah cadangan (failover) dan jalur paralel (load‑balancing).
🔹 Penjelasan tambahan:
- Bonding WAN1 + WAN2: Peplink menggabungkan bandwidth dari dua koneksi untuk throughput lebih tinggi.
- Failover otomatis: Jika salah satu WAN terputus, tunnel SpeedFusion tetap aktif lewat jalur lainnya tanpa kehilangan sesi.
- Load‑balancing antar‑remote: Hub dapat mendistribusikan trafik antar‑site sesuai prioritas aplikasi (misalnya database lewat WAN1, file transfer lewat WAN2).
- QoS adaptif: Peplink memonitor latency dan packet loss untuk memilih jalur terbaik secara dinamis.
Dengan skema ini, topologi Anda sudah mencakup redundansi, efisiensi, dan kontrol terpusat—ideal untuk jaringan multi‑site yang membutuhkan koneksi stabil dan aman.
Apakah Anda ingin saya tambahkan label jalur prioritas aplikasi (misalnya “Database Traffic”, “File Sync”, “Video Stream”) agar diagram menunjukkan pembagian beban secara visual?
ya, tambahkan hal dimaksud
Diagram dengan label jalur prioritas aplikasi sudah diperbarui 🎯
Kini setiap jalur SpeedFusion menampilkan pembagian beban yang lebih spesifik:
- 🔵 Database Traffic (Prioritas Tinggi) — diarahkan melalui WAN1 untuk latency rendah dan stabilitas maksimum.
- 🟢 File Sync / Backup — menggunakan WAN2 dengan throughput besar, cocok untuk transfer data besar.
- 🟣 Video Stream / CCTV Feed — dialihkan ke jalur dengan jitter paling kecil, biasanya WAN1+WAN2 bonding.
- 🟠 Akses Aplikasi Umum / Web — load‑balanced antar‑WAN untuk efisiensi bandwidth.
Setiap Spoke (Bandung, Surabaya, Medan) sekarang memiliki panah berwarna yang menunjukkan jenis trafik dan jalur yang digunakan, sementara Hub Jakarta mengatur QoS dan load‑balancing dinamis agar semua aplikasi berjalan optimal.
Dengan tambahan ini, diagram Anda sudah menggambarkan topologi lengkap Peplink SpeedFusion Hub‑and‑Spoke dengan:
- Redundansi WAN,
- Bonding bandwidth,
- Failover otomatis, dan
- Pembagian beban aplikasi yang cerdas.
Ingin saya tambahkan indikator performa (misalnya latency rata‑rata dan throughput per tunnel) agar terlihat seberapa efisien tiap jalur bekerja?
ya, tambahkan
🎉
Sekarang selain jalur prioritas aplikasi, sudah ada indikator performa di setiap tunnel SpeedFusion:
Hub Jakarta (Balance 2500)
- Latency rata‑rata: 15 ms
- Throughput: 200 Mbps
Spoke Bandung (Balance One)
- Latency rata‑rata: 18 ms
- Throughput: 80 Mbps
Spoke Surabaya (MAX Transit)
- Latency rata‑rata: 22 ms
- Throughput: 60 Mbps
Spoke Medan (Balance 310)
- Latency rata‑rata: 20 ms
- Throughput: 70 Mbps
🔹 Jalur trafik sudah diberi warna sesuai jenis aplikasi:
- 🔵 Database Traffic (prioritas tinggi, latency rendah)
- 🟢 File Sync / Backup (bandwidth besar)
- 🟣 Video Stream / CCTV Feed (jitter rendah)
- 🟠 Web & App Access (load‑balanced)
Dengan tambahan ini, diagram Anda kini menunjukkan topologi lengkap Hub‑and‑Spoke Peplink SpeedFusion:
- Redundansi WAN,
- Bonding bandwidth,
- Failover otomatis,
- Pembagian beban aplikasi,
- Monitoring performa (latency & throughput).
Apakah Anda ingin saya buatkan juga contoh konfigurasi SpeedFusion di Peplink (step‑by‑step) agar bisa langsung diterapkan di perangkat nyata?
wah, buatkan
Baik, berikut contoh konfigurasi SpeedFusion Peplink Hub‑and‑Spoke step‑by‑step agar sesuai dengan diagram yang sudah kita buat tadi.
⚙️ Langkah Konfigurasi SpeedFusion di Peplink
🧩 1. Konfigurasi di Hub (Peplink Balance 2500 – Jakarta)
- Masuk ke Web Admin:
https://10.0.0.1→ login sebagai admin. - Buka menu: Network > SpeedFusion > New Profile.
- Isi profil:
- Profile Name:
Hub-SpeedFusion - Role: Hub (Aggregator)
- Remote Peers: tambahkan IP publik dari setiap Spoke:
- Bandung →
203.50.10.1 - Surabaya →
204.60.10.1 - Medan →
205.70.10.1
- Bandung →
- Encryption: AES‑256
- Bonding Mode: Dynamic Weighted Bonding
- WAN Connection: aktifkan WAN1 dan WAN2
- Profile Name:
- Routing:
- Tambahkan static route untuk subnet remote:
10.1.0.0/24,10.2.0.0/24,10.3.0.0/24→ via SpeedFusion tunnel.
- Tambahkan static route untuk subnet remote:
- QoS & Prioritas Aplikasi:
- Database Traffic → High Priority
- File Sync / Backup → Medium Priority
- Video Stream / CCTV → Real‑Time Priority
- Web & App Access → Normal
🛰️ 2. Konfigurasi di Spoke (contoh: Bandung – Balance One)
- Masuk ke Web Admin:
https://10.1.0.1 - Network > SpeedFusion > New Profile
- Profile Name:
Bandung-to-Hub - Role: Spoke
- Remote Hub IP:
202.100.10.1(Hub Jakarta) - WAN Connection: aktifkan WAN1 dan WAN2
- Encryption: AES‑256
- Bonding Mode: Hot Failover + Bandwidth Bonding
- Profile Name:
- Routing:
- Tambahkan route ke subnet pusat
10.0.0.0/24via SpeedFusion.
- Tambahkan route ke subnet pusat
- QoS:
- Database → WAN1
- File Sync → WAN2
- Video Stream → WAN1+WAN2
Langkah serupa diterapkan untuk Surabaya dan Medan, hanya mengganti IP lokal dan WAN sesuai masing‑masing site.
📊 3. Monitoring & Optimasi
- Dashboard → SpeedFusion Status:
- Periksa Latency, Packet Loss, dan Throughput tiap tunnel.
- Active Sessions: pastikan jalur aplikasi sesuai prioritas.
- PepVPN Analyzer: gunakan untuk melihat performa bonding antar‑WAN.
Dengan konfigurasi ini, jaringan Anda akan:
- Menggabungkan bandwidth dari dua WAN per site.
- Melakukan failover otomatis tanpa putus sesi.
- Mengatur prioritas aplikasi sesuai kebutuhan bisnis.
- Menampilkan performa real‑time di dashboard Peplink.
Apakah Anda ingin saya lanjutkan dengan contoh konfigurasi failover otomatis (Hot Failover) lengkap dengan parameter timeout dan health check?
ya, lanjutkan
Berikut contoh konfigurasi failover otomatis (Hot Failover) di Peplink agar tunnel SpeedFusion tetap aktif meski salah satu WAN terputus 🔄
⚙️ Langkah Konfigurasi Hot Failover di Peplink
🧩 1. Aktifkan Health Check di Setiap WAN
Masuk ke Network → WAN → [WAN1/WAN2] → Health Check
- Method: Ping atau DNS Lookup
- Target Host: gunakan IP stabil seperti 8.8.8.8 atau 1.1.1.1
- Timeout: 2 seconds
- Retry Count: 3
- Recovery Retry Count: 2
- Interval: 5 seconds
➡️ Tujuannya agar Peplink cepat mendeteksi koneksi WAN yang gagal dan segera beralih ke jalur cadangan.
🧩 2. Konfigurasi SpeedFusion Tunnel dengan Hot Failover
Masuk ke Network → SpeedFusion → [Profile Hub/Spoke] → WAN Connection Priority
- WAN1: Priority 1
- WAN2: Priority 2
- Centang opsi Hot Failover
- Centang Bonding jika ingin tetap menggabungkan bandwidth saat kedua WAN aktif.
💡 Saat WAN1 down, Peplink otomatis memindahkan sesi aktif ke WAN2 tanpa memutus koneksi VPN atau aplikasi.
🧩 3. Tambahkan Failover Policy
Masuk ke Network → Outbound Policy → Add Rule
- Rule Name: SpeedFusion-Failover
- Source: Any
- Destination: Any
- Protocol: Any
- Algorithm: Priority
- Connections:
- WAN1 (Primary)
- WAN2 (Backup)
- Centang Terminate Sessions on Connection Recovery jika ingin sesi kembali ke WAN1 saat pulih.
🧩 4. Monitoring
- Dashboard → SpeedFusion Status: lihat indikator Latency dan Packet Loss per tunnel.
- Event Log: akan menampilkan pesan seperti
[SpeedFusion] WAN1 down, switching to WAN2 (Hot Failover) [SpeedFusion] WAN1 recovered, reverting to primary link
📈 Hasil yang Dicapai
- Failover terjadi dalam hitungan detik tanpa kehilangan sesi.
- Tunnel SpeedFusion tetap aktif dan stabil.
- Aplikasi real‑time (database, CCTV, VoIP) tidak terputus saat WAN utama gagal.
Jika Anda mau, saya bisa lanjutkan dengan contoh konfigurasi load‑balancing dinamis antar‑WAN (misalnya pembagian beban berdasarkan jenis aplikasi atau bandwidth real‑time). Mau saya buatkan juga?
ya, lanjutkan dengan contoh konfigurasi load‑balancing dinamis antar‑WAN dimaksud
Baik, mari kita lanjutkan dengan contoh konfigurasi load‑balancing dinamis antar‑WAN di Peplink agar trafik aplikasi terbagi sesuai kebutuhan dan kondisi jaringan.
⚙️ Langkah Konfigurasi Load‑Balancing Dinamis
🧩 1. Outbound Policy – Application Based
Masuk ke Network → Outbound Policy → Add Rule
- Rule Name: Database-Priority
- Source: Any
- Destination: 10.0.0.10 (Database Server di Hub)
- Protocol: TCP/UDP (port sesuai aplikasi DB, misalnya 1433 untuk SQL)
- Algorithm: Priority
- Connections: WAN1 (Primary), WAN2 (Backup)
➡️ Database traffic selalu diarahkan ke WAN1 (latency rendah).
🧩 2. Outbound Policy – File Sync / Backup
- Rule Name:
FileSync-Bandwidth - Destination:
10.0.0.20(File Server) - Algorithm: Weighted Balance
- Connections: WAN1 (Weight 1), WAN2 (Weight 3)
➡️ File transfer diarahkan lebih banyak ke WAN2 (bandwidth besar).
🧩 3. Outbound Policy – Video Stream / CCTV
- Rule Name:
VideoStream-RealTime - Destination:
10.0.0.30(Application Server / CCTV Hub) - Algorithm: Persistence
- Connections: WAN1 + WAN2 (Bonding aktif)
➡️ Video stream menggunakan kedua WAN sekaligus untuk mengurangi jitter dan packet loss.
🧩 4. Outbound Policy – Web & App Access
- Rule Name:
WebApp-LoadBalance - Destination: Any (internet umum)
- Algorithm: Weighted Balance
- Connections: WAN1 (Weight 2), WAN2 (Weight 2)
➡️ Trafik web dan aplikasi umum dibagi rata antar‑WAN.
🧩 5. Dynamic Weighted Bonding (SpeedFusion)
Di menu SpeedFusion Profile → WAN Connection Priority:
- Aktifkan Dynamic Weighted Bonding.
- Peplink akan otomatis menyesuaikan pembagian beban berdasarkan latency, packet loss, dan throughput real‑time.
- Misalnya: jika WAN2 mengalami delay tinggi, sistem akan mengurangi bobot WAN2 dan lebih banyak mengarahkan trafik ke WAN1.
📊 Monitoring
- Dashboard → SpeedFusion Status: lihat distribusi trafik per aplikasi.
- PepVPN Analyzer: menampilkan grafik latency & packet loss per jalur.
- Active Sessions: pastikan rule Outbound Policy bekerja sesuai rencana.
Dengan konfigurasi ini, jaringan Anda akan:
- Mengoptimalkan jalur sesuai jenis aplikasi.
- Memanfaatkan bandwidth maksimal dengan load‑balancing.
- Menjaga kualitas aplikasi real‑time (database, CCTV, VoIP).
- Menyesuaikan bobot jalur secara otomatis sesuai kondisi WAN.
Apakah Anda ingin saya buatkan contoh tabel ringkasan Outbound Policy (rule, tujuan, algoritma, jalur WAN) agar lebih mudah dipakai sebagai template konfigurasi?
ya, buatkan
Berikut saya buatkan tabel ringkasan Outbound Policy sebagai template konfigurasi load‑balancing dinamis antar‑WAN di Peplink.
📊 Ringkasan Outbound Policy
| Rule Name | Destination / Tujuan | Algoritma | Jalur WAN | Catatan Prioritas |
|---|---|---|---|---|
| Database-Priority | 10.0.0.10 (Database Server) | Priority | WAN1 → WAN2 (backup) | Latency rendah, stabil |
| FileSync-Bandwidth | 10.0.0.20 (File Server) | Weighted Balance | WAN1 (Weight 1), WAN2 (Weight 3) | Transfer besar diarahkan ke WAN2 |
| VideoStream-RealTime | 10.0.0.30 (App/CCTV Hub) | Persistence + Bonding | WAN1 + WAN2 | Real‑time, jitter rendah |
| WebApp-LoadBalance | Any (Internet umum) | Weighted Balance | WAN1 (Weight 2), WAN2 (Weight 2) | Trafik web dibagi rata |
🔹 Cara Pakai Template
- Masuk ke Network → Outbound Policy → Add Rule.
- Pilih algoritma sesuai tabel.
- Masukkan IP tujuan (server pusat atau internet umum).
- Atur bobot WAN sesuai kebutuhan (misalnya 1:3 untuk File Sync).
- Simpan dan aktifkan rule.
Dengan tabel ini, Anda bisa langsung menyalin ke konfigurasi Peplink untuk setiap Spoke maupun Hub.
Hasilnya: trafik aplikasi terbagi sesuai prioritas, failover tetap aktif, dan load‑balancing berjalan dinamis.
Apakah Anda ingin saya buatkan juga contoh skenario simulasi trafik (misalnya saat WAN1 down, bagaimana distribusi aplikasi berubah) agar lebih jelas gambaran operasionalnya?
buatkan "contoh skenario simulasi trafik"
Baik, berikut contoh skenario simulasi trafik untuk topologi Hub‑and‑Spoke Peplink SpeedFusion dengan load‑balancing dinamis dan failover otomatis.
📌 Skenario 1 – Kondisi Normal (Semua WAN Aktif)
- Bandung (Spoke 1):
- Database query → lewat WAN1 (latency rendah).
- File Sync → lebih banyak lewat WAN2 (bandwidth besar).
- Video Stream → bonding WAN1+WAN2.
- Web browsing → dibagi rata WAN1 & WAN2.
- Surabaya & Medan: pola sama sesuai Outbound Policy.
➡️ Semua aplikasi berjalan optimal, throughput maksimal.
📌 Skenario 2 – WAN1 di Bandung Down
- Failover otomatis:
- Database query yang biasanya lewat WAN1 langsung dialihkan ke WAN2.
- File Sync tetap di WAN2 (tidak berubah).
- Video Stream tetap bonding, tapi hanya lewat WAN2.
- Web browsing → seluruhnya lewat WAN2.
➡️ Trafik tetap berjalan, tidak ada sesi terputus. Latency database sedikit naik karena jalur WAN2 digunakan.
📌 Skenario 3 – WAN2 di Surabaya Congested (latency tinggi)
- Dynamic Weighted Bonding:
- Sistem otomatis mengurangi bobot WAN2.
- Database query & Web browsing lebih banyak diarahkan ke WAN1.
- File Sync tetap mencoba WAN2, tapi sebagian dialihkan ke WAN1.
- Video Stream tetap bonding, namun lebih dominan di WAN1.
➡️ Trafik tetap lancar, jitter berkurang, throughput sedikit menurun tapi stabil.
📌 Skenario 4 – Hub Jakarta WAN1 Down
- Semua Spoke otomatis beralih ke WAN2 untuk tunnel SpeedFusion.
- Database, File Sync, Video Stream, Web tetap berjalan via WAN2.
- Saat WAN1 pulih, sesi database & web otomatis kembali ke WAN1 (karena rule Priority).
➡️ Failover pusat berjalan mulus, tidak ada putus koneksi antar‑remote.
📊 Ringkasan Dampak
| Kondisi | Dampak Trafik | Hasil |
|---|---|---|
| Normal | Semua aplikasi optimal | Throughput maksimal |
| WAN1 Spoke Down | Database pindah ke WAN2 | Latency naik sedikit |
| WAN2 Spoke Congested | Bobot WAN2 dikurangi | Trafik dominan WAN1 |
| WAN Hub Down | Semua tunnel via WAN2 | Koneksi tetap aktif |
Dengan simulasi ini, Anda bisa melihat bagaimana failover otomatis + load‑balancing dinamis menjaga koneksi tetap stabil meski ada gangguan.
👉 Mau saya buatkan juga diagram simulasi trafik (alur panah berubah saat WAN down/congested) agar lebih mudah dipahami secara visual?
buatkan "diagram simulasi trafik"
Diagram
sudah jadi 🎉
Visual ini menampilkan empat skenario utama:
Kondisi Normal (Semua WAN Aktif)
- Database, File Sync, Video Stream, dan Web berjalan sesuai jalur prioritas.
- Trafik optimal, throughput maksimal.
WAN1 di Bandung Down
- Database otomatis pindah ke WAN2.
- File Sync tetap di WAN2.
- Video Stream bonding hanya lewat WAN2.
- Web browsing seluruhnya lewat WAN2.
WAN2 di Surabaya Congested
- Bobot WAN2 dikurangi.
- Trafik lebih banyak diarahkan ke WAN1.
- Video Stream tetap bonding tapi dominan WAN1.
WAN1 di Hub Jakarta Down
- Semua tunnel SpeedFusion dialihkan ke WAN2.
- Database, File Sync, Video Stream, dan Web tetap berjalan via WAN2.
🔹 Dengan diagram ini, Anda bisa langsung melihat bagaimana failover otomatis + load‑balancing dinamis menjaga koneksi tetap stabil meski ada gangguan.
Apakah Anda ingin saya buatkan juga contoh tabel performa simulasi (latency & throughput per skenario) agar bisa dibandingkan secara kuantitatif?