Personal Notes Parmi

Mikrotik - peplink ( bu rosa )

carikan produk setara di peplink untuk referensi seperti di jelaskan di skrinsut

Berikut adalah rekomendasi produk Peplink yang memiliki spesifikasi dan kelas yang setara untuk menggantikan atau menjadi referensi dari kedua unit di dalam gambar:


1. Setara dengan Router MikroTik hAP ax³ (L41G-2axD)

  • Rekomendasi Peplink: Peplink B One (atau Peplink Balance 20X)
  • Perbandingan Spesifikasi:
Fitur / Spesifikasi MikroTik L41G-2axD Peplink B One
Kategori Dual-Band Wi-Fi 6 Router Dual-WAN Wi-Fi 6 Router (Entry-Enterprise)
Throughput / Kinerja CPU Quad-core 1.8 GHz Router Throughput hingga 1 Gbps
Port Ethernet 1x WAN Gigabit, 4x LAN Gigabit 2x WAN Gigabit, 4x LAN Gigabit (Multi-WAN Load Balancing)
Wi-Fi Wi-Fi 6 Dual-Band (2.4 GHz & 5 GHz) Wi-Fi 6 Dual-Band (2x2 MIMO)
Fitur Unggulan RouterOS v7 SpeedFusion (Hot Failover, Bandwidth Bonding) & Cloud InControl 2 Management

Catatan: Peplink B One menawarkan fitur keandalan multi-WAN load balancing dan failover kelas enterprise yang jauh lebih mudah dikonfigurasi dibanding RouterOS. Jika membutuhkan cadangan seluler (SIM card), opsi lain yang setara adalah Peplink Balance 20X.


2. Setara dengan Access Point TP-Link Archer AX73

  • Rekomendasi Peplink: Peplink AP One AX
  • Perbandingan Spesifikasi:
Fitur / Spesifikasi TP-Link Archer AX73 Peplink AP One AX
Kategori High-Performance Wi-Fi 6 Router/AP Enterprise Wi-Fi 6 Access Point
Standar Wi-Fi Wi-Fi 6 (802.11ax) Wi-Fi 6 (802.11ax) Dual-Band
Kapasitas / Fitur Wireless OFDMA, MU-MIMO, Beamforming, WPA3 MU-MIMO, High-Density Capacity, Centralized Management
Port Ethernet 1x WAN + 4x LAN Gigabit 1x 2.5 Gbps Multi-Gigabit Ethernet Port (dengan support PoE 802.3at)
Manajemen Perangkat TP-Link Tether App / Standalone InControl2 Cloud Management & Auto AP Controller via Peplink Router

Catatan: Archer AX73 di gambar difungsikan sebagai Access Point performa tinggi untuk banyak perangkat. Peplink AP One AX dirancang khusus untuk lingkungan enterprise/business dengan stabilitas koneksi tinggi, manajemen terpusat via Cloud, dan daya tampung user yang sangat padat.

untuk mikrotik bagaimana jika di sandingkan dengan B ONE PLUS ?

Jika disandingkan dengan Peplink B One Plus, perbandingannya menjadi jauh lebih menarik karena B One Plus membawa nilai tambah yang sangat spesifik (terutama dari sisi konektivitas cellular/backup):


Perbandingan Spesifikasi Utama

Fitur / Spesifikasi MikroTik hAP ax³ (L41G-2axD) Peplink B One Plus
Kelas Perangkat High-Performance SOHO Router / AP Small Business / Branch Dual-WAN + LTE Cellular Router
Router Throughput Real-world ~1 Gbps (tergantung aturan Firewall RouterOS) 1 Gbps (Raw / Stateful Firewall)
Port Ethernet 1x WAN Gigabit + 4x LAN Gigabit 2x WAN Gigabit + 4x LAN Gigabit
Konektivitas Seluler Tidak ada (Harus colok modem USB external secara manual) Built-in 4G LTE Modem Cat-4 (Dual Physical SIM & eSIM support)
Wi-Fi Dual-Band Wi-Fi 6 (802.11ax) Dual-Band Wi-Fi 6 (2x2 MIMO)
Port Ekstra 1x USB 3.0 type A 1x USB-C (Bisa dijadikan WAN ke-3 via Phone Tethering/Modem)
Teknologi Multi-WAN Manual Routing Table, PCC Load Balancing, MANGLE (RouterOS) SpeedFusion (Bandwidth Bonding, Hot Failover, WAN Smoothing)
Manajemen WinBox / WebFig / SSH (Lokal) InControl 2 (Cloud Centralized Management)

Keunggulan Masing-Masing Perangkat

Kapan Pilih Peplink B One Plus?

  1. Dibutuhkan Koneksi Zero-Downtime (Failover Transparan): B One Plus dilengkapi modem 4G LTE internal (dengan slot Redundant SIM & eSIM). Ketika ISP utama (FO/Ethernet) putus, koneksi akan pindah ke seluler secara instan tanpa membuat panggilan VoIP atau sesi VPN terputus (Hot Failover via SpeedFusion).
  2. Kebutuhan Multi-WAN Lanjutan: Mendukung 2x Ethernet WAN + 1x LTE Seluler + 1x USB-C WAN secara bersamaan (Total 4 sumber Internet).
  3. Manajemen Jarak Jauh (Cloud): Sangat mudah dikelola dari jarak jauh via InControl 2 tanpa perlu pusing set up IP Publik / DDNS.

Kapan Tetap Menggunakan MikroTik L41G-2axD?

  1. Kebutuhan Kompleksitas Networking Lokal & L2/L3 kustom: Jika butuh skenario routing yang sangat dalam, Scripting RouterOS yang spesifik, VPN kustom (WireGuard, dll.), atau Queues/Bandwidth Limiter mikro hingga per-IP.
  2. Lingkungan Tanpa Membutuhkan Seluler: Jika lokasi pemasangan tidak memerlukan backup jalur 4G/LTE seluler built-in.

Kesimpulan

Secara kelas hardware, Peplink B One Plus melampaui MikroTik hAP ax³ dalam hal High Availability & Redundancy berkat hadirnya Dual Ethernet WAN + Modem LTE Internal + Fitur SpeedFusion Bonding/Failover. B One Plus cocok untuk kebutuhan kantor cabang, retail/pos, atau rumah yang membutuhkan koneksi internet serba-andal tanpa risiko putus (zero-downtime).

saya sepertinya melihat perbedaan signifikan yaitu pada modem selular, di miktorik tidak ada. api mikrotik WAN bisa bebas sebanyak jumlah port Ethernet dikjurangi minimal 1 LAN

Tepat sekali, itu adalah dua poin komparatif yang sangat krusial:

  • Fleksibilitas Port (MikroTik): Pada RouterOS, sifat port sangat dinamis. Ke-5 port Ethernet pada hAP ax³ secara default memang dikonfigurasi 1 WAN + 4 LAN, tetapi bisa diubah sesuka hati (misal: 4 WAN + 1 LAN, atau bahkan 5 WAN jika dipadu dengan VLAN).
  • Model Port Peplink: Pada Peplink B One Series, port assignment secara fisik sudah ditentukan dari pabrik (2x Fixed GE WAN + 4x Fixed GE LAN), sehingga port LAN tidak bisa di-convert menjadi port WAN biasa melalui GUI.

Jika ditinjau dari fleksibilitas port Ethernet dan opsi seluler, berikut adalah peta perbandingannya:

Karakteristik MikroTik hAP ax³ (L41G-2axD) Peplink B One Plus
Fleksibilitas Port Ethernet Sangat Tinggi: Bebas di-assign via Software/RouterOS (misal 3 WAN + 2 LAN). Tetap (Fixed): 2x Dedicated WAN + 4x Dedicated LAN.
Modem Seluler Internal Tidak Ada (Harus nambah USB Modem / Router 4G eksternal). Ada (Built-in Cat-4 LTE): Dual SIM + eSIM redundancy.
Max WAN Interface Hingga 5x Ethernet WAN (+ USB WAN). 4x WAN (2x Ethernet + 1x Cellular + 1x USB-C Tethering).
Setup Multi-WAN Manual: MANGLE, PCC, Scripting Failover, Route Priority. Out-of-the-box: GUI Drag-and-Drop, Algorithm-based, SpeedFusion.

Catatan Tambahan untuk Arsitektur Jaringan:

  1. Jika Butuh >2 Line Ethernet ISP (Tanpa LTE): MikroTik menang di poin ini karena bisa menampung 3–4 kabel FO/Ethernet ISP langsung di port fisik lokalnya tanpa perangkat tambahan.
  2. Jika Menggunakan Peplink dengan 3+ Line Ethernet: Di Peplink B One Plus, jika butuh Ethernet WAN ke-3 (misal ingin memasukkan 3 ISP FO sekaligus), port USB-C milik B One Plus bisa dihubungkan ke USB-to-Ethernet Adapter yang kompatibel atau menggunakan modem USB/Smartphone tethering, atau memadukannya dengan VLAN WAN di port WAN yang ada.
wah, ternyata port USB nya B one plus ini bisa ya, dipasang Port-C to Ethernet adaptor port, sehingga berubah jadi WAN ke 3, keren

Ya, betul sekali! Fitur USB-C pada Peplink B One Series (baik B One maupun B One Plus) memang sangat fleksibel.

Port USB-C tersebut mendukung mode USB Ethernet (USB-to-LAN adapter), Cellular USB Modem, hingga Mobile Hotspot/Phone Tethering.

Berikut ringkasan bagaimana port USB-C ini bekerja sebagai WAN tambahan di Peplink B One Plus:

  • USB-to-Ethernet Adapter: Mengubah port USB-C menjadi port RJ45 Gigabit Ethernet tambahan. Ini memberikan WAN 3 berbasis kabel (FO/Cable ISP) secara instan.
  • Plug-and-Play Integration: Begitu adapter terpasang dan kabel LAN ISP dihubungkan, sistem firmware Peplink (8.4.x ke atas) langsung mendeteksi interface tersebut sebagai USB WAN.
  • Integrasi Fitur SpeedFusion: Interface WAN ke-3 ini secara penuh dapat dimasukkan ke dalam skenario Outbound Policy, Load Balancing (Weighted Balance, Lowest Latency, dsb.), maupun dimasukkan ke pipeline SpeedFusion Hot Failover / Bandwidth Bonding.